Sunday, December 7, 2014

Gelinjang Gay

Sebagaimana hampir setiap malam minggu, suasana tempat kosku malam itu
terasa sepi dan sunyi. Beberapa teman-teman kosku memang punya pacar
sehingga hampir setiap malam panjang mereka lewatkan untuk memadu cinta
dengan ceweknya masing-masing. Sementara mereka yang tidak punya pacar,
biasanya pergi dengan teman-temannya untuk bersantai di tempat hiburan
malam atau check-in di hotel-hotel murahan dengan teman kencan mereka
sekedar untuk melepas syahwat.Waktu masih punya cewek, akupun biasa
melewatkan malam panjang untuk memadu cinta atau mendulang nikmat
syahwat dengan pacarku di tempat kosnya. Namun sejak dua bulan lalu, aku
tidak lagi wajib mengencani cewekku karena sudah putus hubungan. Untuk
mengisi akhir pekanku setelah putus hubungan dengan cewekku, biasanya
aku bergabung dengan teman-temanku bertripingria di disco-disco yang
bertebaran di ibu-kota. Tak jarang pulang disco aku membawa teman
sesyahwat untuk memadu nikmat bersejenis. Aku memang cowok bisex yang
begitu bernafsu pada tubuh-tubuh mulus lawan jenisku, tapi aku juga
terangsang pada tubuh-tubuh jantan yang bergerinjal otot. Bagiku cewek
dan cowok sama asyiknya untuk dikencani dan sama nikmatnya untuk
digumuli. Kadang aku heran pada diriku sendiri yang mudah tergiur pada
tubuh lelaki ganteng yang atletis, bugar, berotot dan mulus, padahal aku
sendiri memiliki fisik yang cukup istimewa. Mungkin saja karena
kegilaanku pada olah kebugaran tubuh serta aktifitas yang bersifat
jantan dan menantang sehingga aku sering memperhatikan cowok-cowok yang
berpenampilan jantan dan bugar yang lambat laun membuatku terangsang
pada hal-hal yang bersifat keperkasaan. Hanya saja aku lebih suka pada
tubuh-tubuh jantan yang mulus daripada yang berbulu karena aku dapat
langsung menikmati sentuhan pada gerijal otot-otot kelelakiannya saat
bergumulan.Malam itu aku memang belum merencanakan pergi kemana-mana
karena aku ingin memutar video gay yang baru kudapat dua hari hari.
Hari-hari sebelumnya suasana kos memang tidak memungkinkan bagiku untuk
memutar VCD gay tersebut karena teman-teman kosku ngobrol bahkan sampai
tidur di kamarku. Aku memang sangat merahasiakan orientasi seksku yang
ganda ini dan tak seorangpun teman kos atau teman gaulku yang mengetahui
selera syahwatku pada sesama jenis.Cover VCD gay yang baru kudapat itu
memang menarik, menampilakan sepasang lelaki muda yang tampan, bugar dan
menggemaskan dengan mesranya berpelukan dalam keadaan bugil, sehingga
aku begitu penasaran, terlebih kesempatan untuk memutar selalu tertunda
yang membuatku semakin bernafsu memutarnya. Maka ketika suasana tempat
kos kurasakan sepi dan cukup aman untuk memutar VCD gay, kuputuskan
malam minggu itu untuk tidak keluar rumah.Waktu menunjukkan tepat pukul
20.00 ketika aku mulai memutar VCD yang membuatku penasaran itu. Sejak
awal cerita film porno itu memang sudah sangat menarik, menceri-takan
sepasang cowok muda bersahabat yang saling jatuh cinta, dalam casting
yang artistik dan romantis. Yang menarik dari VCD itu karena diperankan
oleh cowok-cowok latin yang ganteng, keren dan bugar. Tak heran aku
begitu menghayati tontonan yang indah itu, sehingga ketika tiba pada
adegan percumbuan, tanpa kusadari diriku mulai terhanyut dalam suasana
romantis dan menggairahkan. Aku mulai terangsang, urat kontolku mendesir
dan batang kontolku berdenyut melihat kedua pemuda ganteng yang cool,
sexy dan menggemaskan itu saling berpelukan, berciuman, bergumulan,
menggerayang dan melucuti tubuh masing-masing hingga bugil. Bentuk dan
liku-liku tubuh kedua pejantan Itali yang segar, bugar dan berhiaskan
otot-otot kejantanan. Kontol kedua cowok jantan itu yang besar, panjang
dan keras itu benar-benar menggoda syahwat kelelakianku. Berahiku
semakin bergolak ketika kedua cowok keren itu saling merangsang tubuh
jantan lawan mainnya dengan remasan, ciuman dan lumatan. Darah
kelelakianku semakin mendidih ketika menyaksikan adegan kedua bule itali
itu saling mengulum dan mengisep kontol lawan mainnya yang nampak sudah
ngaceng besar dan keras sekali. Aku mulai merangsang diriku sendiri
dengan memilit-milit puting susuku serta merogoh dan meremas-remas
bongkahan kontolku ketika aku sudah tak dapat mengendalikan berahiku.
Tubuhku sudah demikian gerah dan berkeringat ketika adegan pergumulan
semakin hot dan salah satu pejantan itu memasukkan batang kontolnya yang
sudah demikian tegang ke liang kenikmatan pasangan ngentotnya lalu
menggenjotnya dengan perkasa. Desah nafas berat dan hentakan erotis
kedua pejantan berjinah itu membuat nafsuku semakin memuncak dan
kontolku terasa makin berdesir mengeras dan membesar. Tubuhku sudah
nyaris bugil dan berkeringat saat tanganku mulai mengocok batang
kontolku dan meramas-remas kantung biji peler yang bergundal-gandul di
selangkanganku. Kulihat bonggol kepala kontolku sudah demikian besar,
bulat dan merah mengkilat, sementara urat-urat darah sepanjang batang
kontolku nampak bergerijal menonjol. Rasa nikmat menjalar dan menyebar
ke sekujur tubuhku yang sudah nyaris bugil akibat rangsangan yang
kulakukan sendiri pada batang kontolku serta organ-organ kejantananku
yang lain di sekitar selangkangan dan dadaku. Aku sedang berada pada
kondisi nikmat stadium tinggi dengan onaniku ketika tiba-tiba seseorang
mengetuk pintu kamarku sambil memanggil namaku."Don...Don." suara itu
memanggil namaku Donny sambil mengetuk pintu kamarku."Shit!!" dumalku
dalam hati ketika merasa keasyikanku beronani terganggu."Sbentar!"
jawabku sambil menghentikan film dan memakai kembali pakaianku."Oh elo
Man, kirain siapa. Gue pikir lo pergi" sapaku ketika kubuka pintu
kamarku dan kudapati Arman anak kos sebelah kamarku berdiri di
depannya."Lagi ngapain lo? Sepi-sepi aja" sapanya sambil masuk ke
kamarku."Ngak ngapa-ngapain, tiduran aja" jawabku."Tumben lo malam
minggu jomblo, ngak jalan?" lanjutnya nyelutuk sambil duduk di atas
karpet dan bersender pada bantal besar."Lagi males. Nah, lo sendiri ngak
ngapel?" timpalku sambil duduk di sampingnya."Emang siapa yang gue mau
apelin? Gue ngapelin lo aja deh" candanya sambil tersenyum. Mungkin
karena aku seorang bisex yang tertarik padanya, ucapannya itu cukup
membuatku bungah walaupun aku tetap menganggapnya sebagai candaan."Si
Reny lo kemanain? Putus nih?" sindirku."Lo pikir, dia cewek gue? Ah lo
kurang sepi gaul banget, sampe temen sebelah aja ngak tau skandalnya.
Untuk sekecret dua kecret sih oke, tapi untuk jadi pacar, entar dulu
deh" jelas Arman sedikit sombong."Gile lo, cewek secakep doi masih juga
lo jadiin barang maenan. Dasar lo playboy cap kucing!" celetukku
sengit."Eh lo abis ngapain sih, keringatan gitu" tanyanya sambil
mengamati wajahku yang membuatku kaget menyadari penampilanku yang
memang belum normal sesudah me-ngalami horny stadium tinggi."Tiduran,
gerah lah ya" jawabku singkat dan ragu-ragu."Boong lo! Abis nonton BF
ya? Tuh video player lo masih nyala, layar teve kosong dan … kontol lo
nongol gini … ngaceng lo ya!" sempal Arman sambil meremas selangkanganku
dimana kontolku masih belum reda ngacengnya.Aku benar-benar kaget dengan
remasannya pada selangkanganku dan malu karena dia mendapati kontolku
masih dalam keadaan keras. Namun dibalik itu, aku malah terangsang
dengan remasannya pada kontolku. Betapa tidak, aku baru saja mengalami
horny akibat adegan sex di VCD yang kutonton, tiba-tiba kontolku diremas
oleh cowok ganteng yang selama ini membuatku kesemsem dan sering menjadi
inspirasi sensualku saatku beronani. "Ah lo ada-ada aja" kataku salah
tingkah. Ada rasa kaku saat mengungkapkan kalimat tersebut karena aku
merasa malu ketahuan melakukan perbuatan yang sesungguhnya
memalukan."Ala, ga usah muna deh. Nonton BF aja kok malu sampe muka lo
merah gitu. Biasa-biasa aja deh, gue juga sering nonton gituan. Pasang
lagi donk, gue udah lama ngak nonton BF nih." pintanya."Jelek filmnya
Man" jelasku meyakinkan untuk menampik keinginannya. Tentu saja aku
tidak ingin dia mengetahui bahwa film yang baru kupasang dan membuat
kontolku ngaceng adalah BF gay."Jelek? Buktinya lo ngaceng gitu. Udah..
pasang donk, biarin jelek juga" "Beneran jelek Man, mainnya jorok dan
kasar. Lo pasti jijik liatnya" kucoba untuk meyakinkannya."Biarin jelek
juga, gue suka kok yang lo bilang jijk. Ayo donk" "Nggak ah, rekamannya
jelek Man, ngerusak player. Kalo lo ada BF lain pasang disini aja."
kilahku lebih lanjut."Gak ada. Gue ngak punya BF yang kayak gitu, paling
yang biasa-biasa. Bosen donk" jawabnya. Aku tak mengerti apa yang dia
maksud dengan "BF yang kayak gitu" dan aku mulai panik dengan ucapannya
yang nampak mengarah seakan dia mengetahui jenis BF yang barusan
kupasang.Beberapa saat aku dan dia terdiam tak bicara sepatahpun sebelum
akhirnya aku dikejutkan dengan ucapan Arman yang membuatku semakin
kaget."Kalo lo gitu … kita praktek langsung aja Don" kata Arman dengan
suara lembut dan setengah berbisik sambil meremas tanganku. Ucapan Arman
benar-benar membuatku bingung apa maksudnya. Ada tersirat harapan dalam
benahku bahwa apa yang diucapkan Arman benar-benar merupakan ajakan
untuk bercinta. Apalagi diucapkan dengan lembut dan mesra disertai
pegangan tangan yang hangat dan meluluhkan kelelakianku. Tapi aku tak
seberani itu untuk menyimpul-kan ucapannya dan tak ingin terjebak dalam
permainan kalimatnya. Jangan-jangan dia sedang becanda atau bahkan
menjebak. Tapi untuk menepisnya akupun tak kuasa melakukannya karena aku
tak ingin kehilangan kesempatan itu bila saja ternyata ucapan-nya itu
benar-benar ungkapan keinginannya. Arman memang sudah menarik
perhatianku sejak pertama kali dia indekos di tempatku. Wajahnya
ganteng, tubuhnya atletis, bugar dan sexy, penampilannya cool, keren dan
jantan, pembawaannya hangat, energik dan menyenangkan. Tak heran kalau
banyak teman-teman cewekku yang kesemsem padanya dan memanfaatkan waktu
berkunjung ke tempatku untuk ngeceng Arman. Bagiku Arman merupakan cowok
yang sensual dan sexy. Aku sering mencuri-curi pandang saat ngobrol atau
berhadapan langsung dengannya. Hatiku selalu berbunga-bunga setiap dia
menatapku dan aku begitu menikmati setiap senyum manisnya yang kurasakan
begitu menggoda kelelakianku. Akupun tak dapat menghindarkan diri untuk
tidak terangsang saat tubuhku bersentuhan dengan tubuhnya yang hangat.
Tak heran kalau sosok wajah dan tubuhnya sering mengisi ruang hayalku
saat beronani, bahkan saat aku bersetubuh dengan cewekku. Pinggang dan
buah pantatnya yang padat merupakan bagian tubuh Arman yang paling sexy
dan sering menyusup dalam ecstasy sexualku.Aku benar-benar tak dapat
berucap sepatah katapun untuk menanggapi kalimat yang diucapkan Arman.
Akupun tak mampu menatap wajahnya ketika tiba-tiba saja wajahnya sudah
demikian dekat dengan wajahku. Yang kurasakan hanyalah debaran jantungku
yang semakin cepat berpacu.

Monday, November 24, 2014

Nama itu..........................................

"Gue suka banget ama tingkah laku loe yang mesum. Loe bikin gue semakin ngaceng," kata Budi, mengusap-ngusap
kepala kontolnya.
"Hisapin donk kontol gue, seperti di film-film. Hisap yang kuat dan buat gue ngecret di mulut loe. Ayo donk sayang," bujuknya, menjelajahi dadaku dengan jarinya.
Saya pun tunduk padanya. Dengan menggenggam batang kenikmatan milik Budi, saya mulai memasukkannya ke dalam mulutku yang lapar. Mm.. Hangat dan nikmat. Seperti memakan sosis! Dengan lembut, kontol itu kujilat dan kuhisap. Aahh.. Budi pun semakin terangsang, terdengar dari erangannya.
Semakin dia mengerang, semakin saya bersemangat. Tak kusangka menyepong kontol bisa senikmat ini. SLURP! SLURP! Sementara itu, Budi semakin menjadi-jadi. Erangannya terdengar keras sekali, seperti banteng yang sedang menggerutu.
"HHOOHH.. AAHH.. OOHH.. AAHH.. HHOOSSHH.."
Tangannya menggapai-gapai liar dan kemudian bersarang di atas kepalaku. Rambutku diremas-remas tapi saya tidak merasa kesakitan. Saya senang sekali bisa memberikan kepuasan padanya.
"OOHH.. Enak sekali.. AAHH.. Sedot terus.. AAHH.. Hisap kontol gue.. UUHH.. Enak banget.. AAHH.. Dihisap homo.. AAHH.."
Semakin mendengar erangannya, saya menjadi semakin bersemangat. Kontol itu terus saja kusedot-sedot. Mm.. SLURP! Sampai akhirnya kontol itu pun berdenyut-denyut dengan ganas dan mulai menembaki mulutku dengan pejuh.
CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Mash memegangi kepalaku, Budi mengangkat pinggulnya agar kontolnya lebih masuk ke dalam mulutku seraya menjerit kenikmatan.
"AARRGGHH..!! UUGGHH!! AAHH!! OOHH!! AAHH!!" Dengan panik, saya berusaha menelan semua pejuhnya, namun terlalu banyak yang masuk ke dalam mulutku sedangkan mulutku kecil. Tumpahlah sebagian pejuh itu dan turun melumuri leher dan dadaku.
Setelah orgasme Budi selesai, dia membungkuk dan menciumiku. Di dalam mulutku masih terdapat sisa pejuhnya, tapi dia tidak peduli. Dengan laparnya, dia menjilati rongga mulutku, mencari pejuhnya. Mm.. Seksi sekali. Kami pun kembali saling berciuman dan berbagi pejuh. Harus kuakui, pejuh Budi terasa sangat enak. Sambil menciumiku, tangan Budi dengan sensual menjalari dadaku. Cairan pejuh yang sempat tertumpah ke tubuhku diusap-usapnya agar menyebar merata. Aahh..
Kontolku berkedut-kedut, meneteskan precum, ingin dipuaskan. Tanpa malu-malu, saya berkata.
"Budi, ngentotin gue donk. Gue butuh kontol loe di pantat gue. Ayolah, ngentotin gue."
Budi agak terkejut mendengar kataku. Baginya oral seks merupakan hal biasa, namun anal seks masih asing. Selama ini dia selalu ngentot dengan cewek. Belum pernah sekalipun dia menusukkan kontolnya ke dalam anus seseorang, apalagi anus seorang pria. Saya sendiri juga belum pernah dianal, tapi saya bernafsu sekali padanya. Saya harus memiliki kontolnya di dalam pantatku.
Budi nampak ragu-ragu.
"Entahlah. Apa loe yakin, loe mau kontol gue nancap di dalam situ? Gue sih belum pernah nyoba. Sepertinya kotor sekali jika kontol gue ditusuk ke situ."
"Kan bisa dicuci, Bud," jawabku.
"Ayolah, kumohon. Lagipula loe 'kan udah gue bayar untuk mengentotin gue. Jangan ragu, Bud. Tancapkan aja kontol loe dalam-dalam. Buat gue kesakitan dengan kontol super milik koe. Ayolah, Bud," saya terus memohon-mohon.
"Baiklah. Kelihatannya gue gak bisa melawan keinginan loe. Oke deh, sesuai perjanjian, gue bakal ngentotin loe. Tapi ingat, apa pun yang terjadi, loe gak boleh kabur di tengah acara ngentot Oke? Loe mesti bersedia gue ngentotin sampai gue ngecret di dalam pantat loe."
Saya langsung tersenyum; akhirnya Budi ingin juga menyodomiku. Dengan bernafsu, Budi mengusap-ngusap kepala kontolnya. Pejuhnya yang masih menempel di kontolnya mulai tersebar merata sampai ke dasar kontolnya, siap tempur. Tiba-tiba saja Budi bangkit dari sofa, mencengkeram badanku, dan memindahkannya ke atas sofa.
Berbaring telentang dan telanjang di situ membuatku makin terangsang saja. Budi kemudian naik ke sofa dan memposisikan kontolnya di depan anusku. Kedua kakiku diletakkan di atas bahunya yang bidang. Ah, saya merasa begitu rawan untuk dikerjain. Tapi saya memang mengharapkan agar Budi mau mengerjain anusku.
Saat kepala kontol Budi mulai memaksa masuk, saya mencengkeram sofa itu sekuat-kuatnya. Rasa sakit mulai menusuk tajam saat lubang anusku dipaksa untuk membuka selebar-lebarnya.
"AARRGGHH!!" erangku. Tak kusangka rasa sakit pertama kali dianal akan sebegini sakinya.
"AARRGGHH!!" erangku lagi.
PLOP! Kontol itu pun akhirnya masuk. Napasku terengah-engah, menahan sakit yang masih membakar anusku. Belum sempat saya mempersiapkan diriku, Budi sudah mulai menggenjot. Nampaknya dia sama sekali tak memperhatikan penderitaanku. Dia hanya ingin menikmati nikmatnya mengentotin pantatku. Begitu kontolnya itu ditarik mundur, saya pun mengerang kesakitan. Begitu pula saat kontolnya dimasukkan ke dalamku..
"AARRGGHH!!"
Keringat mulai membasahi tubuhku sementara kepalaku kugoyang-goyangkan untuk mengusir rasa sakit. Namun rasa sakit masih tetap menyiksaku. Meskipun demikian, kontolku tetap tegak, menikmati semuanya.
"Hhoohh.. Ternyata.. Anus cowok.. Aahh.. Lebih enak.. Hhoohh.. Gue suka ngentotin loe.. Aahh.. Hhoosshh.." komentar Budi, terus menerus menyodokkan kontolnya.
Kulihat dadanya yang bidang juga sudah mulai tertutup butiran-butiran keringat. Tiap kali dia menarik napas, dadanya naik turun. Aahh.. Saya terangsang sekali hanya dengan melihat dadanya saja.
"Hhoohh.. Ngentot loe.. Aahh.. Hhoohh.. Ngentot.. Aahh.."
Sodokan kontol Budi mulai terasa nikmat. Pelan-pelan rasa sakit itu memudar dan digantikan rasa nikmat yang tak terkatakan. Seperti seorang pelacur yang sedang 'kepanasan', saya menggeliat-geliatkan badanku seraya melemparkan kata-kata jorok.
"Hhoohh.. FUCK ME! aahh.. Bud, kontol loe.. Aahh.. Gede banget.. Hhohh.. Gue suka.. Aahh.. Ngentotin gue, Bud.. Hamilin gue.. Aahh.. Pake anus gue.. Aahh.. Pake bodi gue.. Aarrghh.."
Tak kuasa menahan kenikmatan yang semakin lama menjadi semakin besar, saya segera menggenggam kontolku dan mulai mengocoknya.
"Hhohh.. Hhooshshh.. Aahh.. Uuhh.."
Kami berdua menaiki puncak orgasme dan kini telah berdiri di tepi jurang orgasme. Yang harus kami lakukan hanyalah melompati jurang itu.
"AARRGGHH!!" Budi mengerang kuat-kuat, tangannya menggenggam pinggulku. Dapat kurasakan kepala kontolnya membesar dan kemudian menembakkan pejuh bertubi-tubi.
CCROOTT!! CCRROOTT!! CCRROOTT!! Kontan saja, badanku dibanjiri pejuh.
"AARRGGHH!! UUGGHH!! OOHH!! AARRGGHH!!"
Tubuh Budi yang perkasa menghentak-hentak seperti kuda liar, kontolnya terus menyerangku sampai tetes pejuh penghabisan. CCRROOTT!
"Hhoohh.." desahnya dan dia pun melemas. Namun semua belum tuntas sebab saya belum mendapatkan orgasmeku.
"Hhoohh.. Gue ngecreett.." Erangku dan memperkuat remasan kontolku. Dan.. CCRROOTT!! CCRROOTT!! CCROOTT!
"AARRGGHH..!!" Dengan satu erangan panjang, pejuhku muncrat ke atas seperti air mancur.
Lelehan pejuhku turun membasahi dada dan perutku, dan juga batang kontolku. Rasanya hangat dan licin di kulitku. CCRROOTT!! CCRROOTT!
"UUGGHGH!! HOOHH!! AAHH!! UUHH!!"
Sementara badanku mengejang-ngejang, Budi tetap di posisinya. Kontolnya yang mulai mengempis masih berada di dalam lubang kontolku, teremas-remas kontraksi otot anusku. Wajahnya sedikit meringis saat kepala kontolnya yang sensitif dikerjain oleh lubang anusku.
"AAHHh.." Saya mendesah panjang saat sudah tidak ada lagi pejuh yang keluar.
Budi menundukkan kepalanya dan menciumiku lagi. Spermaku yang menempel di badanku digosok-gosokkannya secara merata. Aahh.. Saya tak dapat berkata apa-apa, hanya tersenyum puas. Saya juga lega bahwa Budi menikmatinya. Jadi, dia tidak merasa terpaksa harus mengentotin saya. Butuh waktu hampir 15 menit sampai napas dan energi kami akhirnya kembali normal. Setelah kami berpakaian kembali, Budi menciumi bibirku dan kemudian mengeluarkan uang lembaran 20 ribu dari saku celananya.
"Ini, gue kembali'in duit loe. Gue gak pantas mengambilnya. Lagian gue tau loe gak kaya. Gue cukup enjoy berhomoseks ama loe. Jadi berhubung gue juga enjoy dan gak merasa dipaksa, gue gak pantas ambil duit loe."
Jarang sekali menemukan pria seperti Budi: tampan, jujur, dan juga horny. Kami pun berciuman kembali sambil berangkulan. Kurasa lain kali, jika saya sedang butuh pelampiasan seksual, saya akan menemui Budi-ku yang tampan dan berotot agar dia ngentot pantatku dengan kontolnya......

Sunday, August 31, 2014

Keperjakaanku Habis Oleh Bapaku ( Gay Story )

Aku jalani kehidupan ku ini seperti anak SMA pada umunya, sibuk karena
persiapan untuk ujian akhir, hampir setiap malam aku belajar setelah
selesai makam malam bersama keluargaku di rumah. Deni namaku, selain
belajar dan sekolah aku pun sempat membuat usaha kecil - kecilan untuk
membantu orang tuaku membayar uang sekolah, walau tidak lama aku
menjalaninya. Ya benar bapaku sudah tidak bekerja semenjak masa PHK tahun
lalu, dalam keadaan sulit itu bapak tidak pernah mengeluh dan tetap
bersuaha memberi yang terbaik untuk kami sekeluarga.

Walau bapak hanya lulusan SMA tapi cita-cita dan keinginanya untuk
menguliahkan ku sangatlah besar, semua bapak usahakan demi kelanjutanku di
jenjang sekolah, akupun tau kerja keras bapak selama ini kepada diriku,
dengan memberikan hasil yang memuaskan setiap pembagian rapot dan bersikap
baik di sekolah serta di rumah, itu semua aku lakukan untuk membuat hati
bapak senang dan bangga memiliki buah hatinya yang diharpkan bisa menjadi
suskse kedepanya, tak berbeda dengan ibuku, beliau sangat berjasa dalam
hidupku.

Ayahku berumur 48 tahun sementara ibuku berumur 45 tahun, mereka menikah
tua entah karena apa atau alasan tertentu, akupun tidak pernah meilhat
adik atau kakaku sampai aku menulis cerita ini. Benar aku anak satu-
satunya dari pernikahan mereka walau semenjak kecil sampai sekarang aku di
manjakan, aku berusaha tetap tidak menjadikan itu sebagai alasan utuk
mendapatkan apapun dari kedua orang tuaku. Semenjak aku di bangku sekolah
dasar, diriku merasa ada yang berbeda, ketertarikan ku tidak hanya kepada
lawan jenis, tetapi sesama jenis pun sempat ada dan aku rasakan. Berawal
dari aku menyukai sampai ada perasaan aku menyayanginya, aku membantah
diriku bahwa diriku menyukai sesama jenis, tapi betapa kuatnya rasa birahi
ini terutama melihat pria dewasa atau umuran tua yang aku lihat disekitar
tidak dapat aku pungkiri.

Walau aku tetap menjaga dan merahasikan ini dari semua, napsu ini kadang
tidak bisa di bendung, nyatanya saat bapaku sedang berada dekat di sisiku,
karena bapa sering menggunakan celana pendek, tidak jarang aku suka
mencuri curi pandang untuk melihat kontolnya dan buah zakar yang menjendol
dan menjiblak di celana bapaku. Jujur badan bapaku gempal seperti badan
pria tua lainya sehat dan sedikit berlemak, bulu bulu tipis di tangan kaki
dan dadanya sempat membuatku sangat penasaran dan birahi, tidak hanya itu
saat ada kesempatan bapakku mengangkat kedua tanganya napsukupun langsung
naik ketika melihat jelas ketiak bapa yang berbulu hitam itu, tidak hanya
pernah tapi sering aku membayangkan aku dapat bersama bapaku untuk saling
menikmati tubuh kita di dalam kamar berdua.

Mencoba untuk mengintip bapa di kamar mandi dan berpura-pura mengambil
barang di kamar bapa saat bapa mengganti pakaian adalah saat dimana
kesemptan baik untuk ku, memang aku aga nekad untuk melakukan seusatu,
walau aku tetap menjaga situasi dan melihat kondisi, kejadian itu sangat
membuat diriku puas, tapi perasaan ini terus menggebu-gebu, memaksa untuk
melakukan yang lebih sampai aku bisa merasakan dan mendapatkan apa yang
aku mau, kontol hitam milik bapaku ini sangatlah istimewah bagiku, dengan
bulu kemaluan yang tipis berwarna hitam pekat serta buah zakar yang besar
dalam keadaan lemaspun aku melihat begitu besarnya dan kuatnya batang
kontol milik bapaku ini, entah kapan aku dapat melihat kontol bapaku dalam
keadaan tegang dan dapat kunikmati.

Sampai suatu hari, ibuku kembali ke kampung karena nenek / ibu dari ibuku
sedang jatuh sakit, semnetara aku sibuk dengan sekolahku dan bapa menjaga
rumah, akhinya ibu pergi sendiri dan berencana untuk tinggal beberapa hari
di sana. Entah dari mana pikiran ku saat itu, saat pulang kerumah dari
sekolah, siang itu aku segera masuk ke kamar dan berganti pakaian, berniat
untuk pergi kedapur, aku melihat bapa sedang santai membaca koran di ruang
tamu, akupun segera menghampiri dan menawarkan pijat kepadanya. Hujanpun
mulai turun dari mendung tadi saat aku masih di sekolah. Tanpa menolaknya
bapaku menerima ajakan itu, karena aku sering memijat bapa ketika ada
waktu luang.

Saat bapaku rebahan dan aku siap untuk memijit, napsu birahi ku seakan
memuncak dan memberikan ide-ide gila untuk aku lakukan, seperti biasa aku
pijat dari kedua kakinya dengan mengoleskan minyak, akupun tidak kuasa
untuk menikmati setiap bagian-bagian tubuh bapaku sendiri, urat-urat
dikaki dan pahanya sangat aku nikmati, dalam keadaan kontolku tegang dan
napsu birahi ini terus naik, aku sarankan bapa untuk membuka bajunya dan
celenanya sampai dia hanya menggunakan kolor berawarna putih, bapaku
melakukan itu semua mungkin karena tidak ada persaan atau pikiran negatif
kepadaku, sementara aku sedang berusaha untuk bagaimana membuat bapaku
bisa aku nikmati seutuhnya.

Terbawa oleh permbicaraan santai kita berdua, bapakupun sangat menikmati
pijatan dari tanganku ini, dia tidak merasa canggung atau risi dari awalku
memijat kaki paha dan pantatnya, betapa puasnya aku saat dimana aku terus
menerus memijat dan menikmati badan bapaku sendiri, dalam selingan
selingan pijat itu aku sempatkan untuk memaikan jari di sela sela pantat
dan pahanya, sungguh bagus sekali badan badapku ini di pikiranku,
sampailah akhirnya aku memijat tanganya, kepalan tangan yang kuat dan otot
yang sedikit berlemak semakin membuat diriku tidak karuan, apalagi saat
dimana aku bisa memijat ketiak dan menyentuh bulu bulunya, aroma yang
keluar dari ketiaknya sungguh benar benar jantan dan membuat diriku ingin
menjilati dengan lidah ku yang sudah tidak kuat menahan lagi, sayang
sekali jika aku menyelesaikan sampai disini pijatanku.

Inilah puncak dari apa yang aku inginkan kepada bapaku, karena situasi
sangat mendukung dan hujan belum reda, aku pun segera memijat bagian dada
dari bapaku, tanpa ada reaksi apapun aku terus memijat dari dada perut
sambil sesekali aku memaikan jariku kembali di puting bapaku, tidak hanya
satu, dua puting bapaku secara bersamaan aku mainkan dengan jariku ini,
aku menikmati setiap puteran-puteran kedua jariku ini, dari keadaan puting
masuk kedalam hingga keadaan puting bapaku sekarang yang telah terbangun
dan keluar, sungguh puas diriku bisa melakukan ini lagi kepada bapaku, aku
lihat bagian perut dan pusarnya, semakin membuat birahiku menjadi sangat
besar. Bulu tipis yang menuju ke dalam kontolnya sangat ingin sekali aku
jilani dengan lidahku ini.



Dengan hati yang berdebar dan napsu ini sudah sangat besar, akhinya aku
memberanikan diri untuk memijat dan mengelus bulu itu, takut akan keadaan
berubah, akupun segera menghentikan dan melepaskan itu semua dari
tanganku, tapi apa yang aku lihat sangatlah berbeda, reaksi seakan bapaku
tidak melarang membuatku semakin berani untuk menyentuh batang kontolnya
dengan perlahan, aku elus dan mainkan kontol itu dari luar celana dalamnya
tetap bapa tidak memberikan reaksi yang membuat aku untuk menghentikan
perbuatanku itu, hingga akhirnya aku masukan jari tanganku semua dan
memegang penuh batang dan kepala kontol milik bapaku. Seakan mendapatkan
ijin, lalu kubuka semua celana dalam bapaku, ternyata benar kontol yang
aku impikan selama ini bisa aku nikmati jelas dengan mataku tanpa ada
halangan apapun, kulihat bapa hanya terseyum tipis di bibirnya, akupun
segera melahap semua kontol dan batangnya kedalam mulutku, aku hisap dan
aku jilat tanpa ada satu bagianpun yang terleawatkan.

Segera aku membuka semua pakaianku hingga kami berdua telanjang di kamar
itu, bapakupun segera memeluk ku dan mencim mulutku yang sudah basah oleh
liur bekas menghisap batang miliknya, kamipun saling memaikan dada dan
puting secara bergantian, kontolku yang sudah tegangpun segela di kocok
oleh bapaku, aku meminta untuk melakukan saling oral kepada bapaku, tanpa
membuat waktu posisi 69 pun kami lakukan, aku hisap habis kontol bapaku
ini, dengan ku gerakan kepala maju dan mundur akupun memeluk erat kedua
kakinya, sama dengan apa yang aku lakukan, bapakupun melakukan hal yang
sama kepada kontolku, dari bau has kontol dan bulu bulu di sekitarnya aku
sangat menikmati dan terus aku laukan. sedikit kurasakan bahwa ada cairan
yang keluar dari kontol bapaku, walau sedikit menjijikan tapi itu habis
aku telan sambil terus menggerakan kepala ku maju dan mundur. Aku merasa
penantianku selam ini akhinya bisa terbayar oleh apa yang sedang aku
lakukan sekarang, benar rasa kontol orang dewasa dan hisapanya sangat lah
membuat aku tidak berdaya. Lidah liar bapaku seakan terus menjilati batang
dan buah zakarku sambil sesekali memasukan jarinya ke dalam lubang
pantatku, tidak ada pikiran apapun saat itu hanya menikmati dan saling
dinikmati saja yang ada. Hanya sebagian dari batang bapaku yang aku bisa
telan dan masuk ke dalam mulutku ini, sementara milikku semuanya bisa
dilahap oleh bapaku, takhanya itu, bapakupun menjilati kedua buah zakarku
dan menuju ke lubang patatku yang sudah kembang kempis dari tadi.

Aku tau walaupun bapaku seperti ini, beliau tetap pria yang menykai
lubang, hingga akhinya aku mengerti dan berinisiatip untuk memanjakan
kontolnya dengan memberikan lubang pantat perawanku kepada bapaku, jujur
saja samapai saat ini, hanya bapaku lah yang pernah menikmati tubuhku
seutuhnya, segera aku mengambil lotion di meja rias ibuku, akupun langsung
mengolesi semua bantang kontol bapaku yang sudah sangat tegang dan merah
yang sebelunya aku terus isap sampai masuk kedalam kerongkonganku. Bersiap
bapa untuk menyodomiku, akupun dengan sangat takut dan napsu memberikan
pantat itu kepadanyam, perlahan sakit yang sangat sekali aku rasakan,
tetapi bapa sangatlah lihai sepertinya, hingga tidak lama aku merasakan
bahwa kontol bapaku sudah masuk sepenuhnya kedalam duburku ini.

Benar-benar pertama kali aku melakuakan ini semua, berpikir sejenak apa
inikah rasanya menjadi bot/anal saat kita melakuakan hubungan sesama jenis
(PRIA), tapi apa mau dikata, bapaku sudah memaju mundukan badanya sambil
terus menggesekan kontolnya yang kuat dan besar itu di dalam lubang
duburku. Betapa perih dan sakitnya aku tetap tahan demi memuaskan diriku
dan kontol bapaku, karena tau akan anaknya kesakitan bapaku segera
memelukku dan menciumi bibirku untuk membuat aku tetap menikmati
permainanya.Ternyata benar, aku sangat menikmati dan sangat sangat puas
dibuat oleh bapaku sendiri, selepas bapaku mencium leher dan menjilati
putingku, diapun segera mengocok kontolku dengan tanganya, sementara
tangan satunya di berikan kedalam mulutku yang terus dari tadi mendesah
keenakan, sepeti memberi isyarat bahwa tak lama lagi pejunya akan keluar,
aku pun segera merentangkan kaki dan membuat peju di dalam kontolku siap
untuk keluar.

Akhirnya dengan perlahan bapaku menarik kontolnya dari lubang duburku,
walau aku masih merasa ingin di gesek oleh kontol bapaku, dengan keadaan
keringat dingin dan saling penuh napsu birahi akupun segera menahan
pantatnya dengan kedua tanganku, aku meminta beliau untuk mengeluarkan
pejunya semuanya di dalam lubang pantatku, segera bapaku merunduk dan
memelukku erat, saat lidah dan mulutku habis di hisap oleh bapaku, aku
rasakan ada yang mengalir deras di dalam lubang pantatku ini, rasanya
begitu luar biasa, seiring dengan desahan keras yang keluar dari mulut
bapaku, aku pun segera memeluk erat kembali badanya yang basah karena
kerikat kita berdua.



Dengan napas yang terpatah-patah, bapaku tetap memeluk dan menciumi
tanganku, masih dalam keadaan kontol di dalam duburku, bapakupun segera
mengocok kontolku untuk mengeluarkan peju nya di perutku, tak lama dari
itu, sama seperti apa yang baru bapaku lakukan, akhinya pejuku keluar dan
muncrat membasahi semua perut dan dadaku, aku rasakan betapa nikmatnya
saat itu, kontolku yang tegang dan basah itu masih tetap di kocok oleh
tangan bapaku, tidak kuasa aku karena masih menikmati keadaan ini, akhinya
bapaku menarik semua kontolnya dari duburku, seiring kita dalam keadaan
berpelukan dan saling memainkan lidah satu sama lain.

Kejadian ini hampir aku lakukan sampai dimana ibuku kembali kerumah dan
melakukan aktifitas seperti biasa, walau bapaku tidak pernah meminta dan
menwarkan akan hal itu, aku pun sendiri tetap menjaga napsu birahiku yang
kadang keluar dengan sendirinya, semua itu aku dasari karena aku malu dan
takut akan ibuku mengetahui apa yang terjadi saat minggu lalu.

Akhinya akupun bisa menjadi orang yang dapat membalas semua jasa dari
kedua orang tuaku, tidak hanya dengan perilaku, semua hasil keringatku
bekerja aku berikan kepada orang tuaku untuk kehidupan sehari-hari di
rumah, Aku sendiri berpisah rumah karena kerjaan yang membawaku sampai
kelain kota, walau napsu terus ingin melakuakn hubungan, tapi tetap
tekadku bulat bahwa aku tidak akan memberikan dan memberanikan melalukan
selain dengan bapaku sendiri, walaupun aku sadar ini semua merupakan
larangan dalam kehidupan, tapi ... sudahlah semoga apa yang aku alami ini
semua hanya diriku yang menjalani dan merupan cerita dari bagian hidupku.

--
Using Opera's mail client: http://www.opera.com/mail/